Minggu, 23 Februari 2014

Analisys Policy Kurikulum 2013



Analisis Kebijakan Terhadap Peraturan Mendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
 serta Surat Edaran No. 156928/ MPK.A/KR/2013
tentang Implementasi Kurikulum 2013

Dosen Pengampu :
Prof. Selamat Triono A, M.Sc., Ph.D
                                                
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfEic0LivZat_-ekQJ9ps06sZhaXCTAM9w_wVUAfuufyK0cn92
OLEH:
Nur Aisyah
NIM : 8136114018




PASCA SARJANA
MANAJEMEN PENDIDIKAN - S3
UNIMED 2014

A.                Latar Belakang Masalah
1.                  Tujuan Kebijakan
Dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tanggal 07 Mei 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Peraturan Mendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan menengah  tanggal 04 Juni 2013 serta dikuatkan oleh  Surat Edaran No. 156928/ MPK.A/KR/2013  tanggal 08 November 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013. Dengan Pasal 1 yang isinya :  Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah selanjutnya disebut Standar Proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah untuk mencapai kompetensi lulusan.
Dengan ditetapakannya Peraturan Mendikbud No. 65 tahun 2013 ini maka  Peraturan  Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3  dalam Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan yaitu agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik IndonesiaUndang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara sesuai dengan kebijakan sebelumnya yaitu kurikulum KBK dan KTSP . Berdasar ini baru kita mengetahui apa yang perlu diubah lebih awal agar kita dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Standar Proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses dikembangkan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam  Standar Nasional Pendidikan.
2. Hasil sebelum usaha pemecahan masalah
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Semua peraturan ini mengacu pada Kurikulum 2013.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan 1.dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu; 2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; 3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; 4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi; 5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; 6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; 7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; 8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); 9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; 10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); 11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; 12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan 14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik. Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. Perubahan Standar Isi dari kurikulum sebelumnya yang mengembangkan kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif (Standar Proses).
 3. Penilaian Kebijakan
Karakteristik Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.
4. Lingkup Permasalahan
Permasalahan pada Implementasi Kurikulum 2013 adalah : 1. Apakah Pendidik telah siap dan telah menguasai Proses Kurikulum 2013; 2. Bagaimana Penerapan terhadap peserta didik dengan penambahan jam belajar; 3. Apakah penerapan Kurikulum 2013 tentang sikap , Pengetahuan dan Keterampilan dapat pendidik gabungkan dalam Proses pendidikan dan Pengajaran; 4. Faktor-faktor pendukung Implementasi Kurikulum 2013 membutuhkan biaya yang tinggi, apakah Pemerintah setempat dapat  melibatkan swastanisasi dalam pencapaian Implementasi Kurikulum 2013.

B. Masalah Kebijakan
1. Pernyataan Masalah
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Kemampuan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah(project based learning), hal ini masih memerlukan : 1. Kesiapan dari Guru dan pemerataan pengetahuan tentang kurikulum 2013; 2. Teknologi yang merata tentang pendukung kepada peserta didik ; 3.Kesiapan Pemerintah setempat dalam memberi dukungan terselenggaranya kurikulum 2013.
2. Pendekatan Analisis
Analisis kebijakan dapat diharapkan untuk menghasilkan informasi dan argumen-argumen yang masuk akal mengenai tiga macam pertanyaan : Nilai, Fakta dan Tindakan ( William Dunn; 97)Teknik Delphi adalah Prosedur peramalan pendapat untuk memperoleh, menukar dan membuat opini tentang peristiwa di masa depan ( William Dunn; 365). Secara umum pendekatan belajar yang dipilih berbasis pada teori tentang taksonomi tujuan pendidikan yang dalam lima dasawarsa terakhir yang secara umum sudah dikenal luas. Berdasarkan teori taksonomi tersebut capaian pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga ranah yakni: ranah kognitif, affektif dan psikomotor. Penerapan teori taksonomi dalam tujuan pendidikan di berbagai negara dilakukan secara adaptif sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya.Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3. Identifikasi Kebijakan
1. Kesiapan dari Guru dan pemerataan pengetahuan tentang kurikulum 2013; Bahwa terdapat perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh pendidik , dengan melatar belakangi tentang : usia, pendidikan dan lokasi 2. Teknologi yang merata tentang pendukung kepada peserta didik ; terdapat kesenjangan yang tinggi , bahwa pedesaan belum memiliki pengantar jaringan yang memadai serta belum terjangkau oleh provider selaku stakeholder Jaringan; 3.Kesiapan Pemerintah setempat dalam memberi dukungan terselenggaranya kurikulum 2013; apakah sudah memiliki kesiapan dana yang di anggarkan dalam  membantu Proses Pembelajaran.
4. Tujuan dan Target Kebijakan
Kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan dengan Implementasi Kurikulum 2013 pada Tahun 2014 telah menyeluruh untuk Proses pendidikan Dasar dan Menengah dengan proses pembelajaran membentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
5. Ukuran efektifitas Kebijakan
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana  Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi.Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. PenyusunanSilabusdan RPP disesuaikanpendekatan pembelajaran yang digunakan. 1. Silabus memuat: a.  Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan); b. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; c. Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dank eterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, Kelas dan matapelajaran; d. kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
e. tema (khususSD/MI/SDLB/Paket A); f. materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi; g. pembelajaran,yaitukegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan
peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan; h.penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta
didik; i. alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan j.sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
6.  Solusi Kebijakan
Dengan adanya Surat Edaran tentang Implementasi Kurikulum 2013 mulai Tahun Ajaran 2013/2014, masalah 1. Kesiapan dari pendidik dan pemerataan pengetahuan tentang kurikulum 2013; 2. Teknologi yang merata tentang pendukung kepada peserta didik ; 3.Kesiapan Pemerintah setempat dalam memberi dukungan terselenggaranya kurikulum 2013. Pemerintah harus memikirkan tidak hanya pengadaan buku pendukung tetapi lebih kepada Proses Pembelajaran yang merata untuk peserta didik.

C. Alternatif Kebijakan
1. Pemecahan Alternatif Kebijakan
Dalam pemecahan masalah  pada Implementasi Kurikulum 2013 adalah : 1. Pemerintah Daerah bersama – sama dengan sekolah melaksanakan pembinaan terhadap Pendidik agar mengubah mindset dan  siap serta dapat  menguasai Proses Kurikulum 2013; 2. Penerapan terhadap peserta didik dengan penambahan jam belajar membutuhkan kerjasama anatar orang tua peserta didik dan pihak sekolah dalam memberikan fasilitas yang memudahkan dalam jangkauan perspektif kondisi yang ditimbulkan, misalnya karena kondisi penambahan jam pelajaran menambah bekal konsumsi pada peserta didik dan memperhatikan kondisi kejiwaan  baik secara fisik dan mental  ; 3. Penerapan Kurikulum 2013 tentang sikap , Pengetahuan dan Keterampilan dapat pendidik gabungkan dalam Proses pendidikan dan Pengajaran yaitu dengan memberikan proses Pembelajaran dengan pengolahan Intelektual dan akademik dengan porsi 60% dan dengan proses Pendidikan yang meningkatkan moral dan karakter dengan porsi 40%, selanjutnya orang tua mempunyai keterlibatan dalam membantu proses Pengajaran dan pendidikan tersebut ; 4. Faktor-faktor pendukung Implementasi Kurikulum 2013 membutuhkan biaya yang tinggi, Pemerintah setempat dapat  melibatkan swastanisasi dengan mengadakan kerjasama dari beberapa provider tekonolgi informasi dalam memudahkan penyiapan prasarana dalaformasi jaringan yang memakai Teknologi sebagai alat bantu  pencapaian Implementasi Kurikulum 2013.
2. Sistematis Alternatif Kebijakan
Dalam hal ini membutuhkan biaya yang tinggi, tetapi akan memberikan otonomi sepenuhnya kepada pemerintah setempat serta di monitoring oleh pusat dan daerah.
3. Analisis Alternatif
Penerapan Kurikulum 2013 tentang sikap , Pengetahuan dan Keterampilan dapat pendidik gabungkan dalam Proses pendidikan dan Pengajaran yaitu dengan memberikan proses Pembelajaran dengan pengolahan Intelektual dan akademik dengan porsi 60% dan dengan proses Pendidikan yang meningkatkan moral dan karakter dengan porsi 40%, selanjutnya orang tua mempunyai keterlibatan dalam membantu proses Pengajaran dan pendidikan.
4. Kendala Kebijakan
Kebijakan tersebut akan mengalami kendala pada komunikasi dan kerjasama orang tua dengan pihak sekolah karena kondisi mindset orang tua yang memberikan hak sepenuhnya kepada sekolah dalam membentuk karakter dan sikap peserta didik
5. Alternatif Perbandingan
Perbandingan dalam penerimaan informasi kepada orangtua di daerah perkotaan dan pedesaan akan mengalami kesenjangan komunikasi yang tidak sama, karena di pedesaan orang tua lebih cendrung memberi tanggung jawab yang besar kepada peserta didik untuk membantu orang tua dalam mencari nafkah, sementara di perkotaan , orangtua yang terlalu sibuk dengan kondisi pekerjaan, tanpa memberikan waktu yang leluasa kepada peserta didik, dan kurangnya komunikasi yang baik antara orangtua dan anak tersebut.

D. Rekomendasi Kebijakan
1. Alternatif Rekomendasi
Proses pendidikan dan Pengajaran dengan memberikan proses Pembelajaran dengan pengolahan Intelektual dan akademik dengan porsi 60% dan dengan proses Pendidikan yang meningkatkan moral dan karakter dengan porsi 40%, selanjutnya orang tua mempunyai keterlibatan dalam membantu proses Pengajaran dan pendidikan, denganP ola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru – pesrta didik-masyarakat-lingkungan alam,sumber atau media lainya  , Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembeljaran secara jejaring (peseta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat di hubungi serta di peroleh melalui internet), Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (Pembelajaran system aktif mencari semakin di perkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains), Pola belajar  sendiri menjadi belajar kelompok(berbasis  tim), Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia.

2. Alternatif pilihan
Penerapan Kurikulum 2013 tentang sikap , Pengetahuan dan Keterampilan dapat pendidik gabungkan dalam Proses pendidikan dan Pengajaran yaitu dengan memberikan proses Pembelajaran dengan pengolahan Intelektual dan akademik dengan porsi 60% dan dengan proses Pendidikan yang meningkatkan moral dan karakter dengan porsi 40%, selanjutnya orang tua mempunyai keterlibatan dalam membantu proses Pengajaran dan pendidikan tersebut.
3. Strategi dan Implementasi Alternatif
Diterapkan oleh masing-masing pemerintah daerah setempat dengan pengawasan orangtua secara bersama sama , terkomunikasikan dengan baik antara sekolah dan orang tua.
4. Evaluasi Kebijakanan
Orang Tua yang dilibatkan memberikan pengaruh pada kejiwaan peserta didik, karena ada perhatian terhadap proses penyenggaraan pendidikan peserta didik sampai kepada tujuan.
5. Konsekuensi Penerapan Kebijakan
Membutuhkan kerjasama yang tinggi antara   pendidik dan orangtua , dan memberikan pemikiran yang dapat meningkatkan tercapainya dan terselenggarannya tujuan Kurikulum 2013.

E. Referensi
Dunn, William N. [Penerjemah: Wibawa, Samudra, dkk], 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik Edisi Kedua, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Konsep Pendekatan scientific, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Arahan Mendikbud , Pengembangan kurikulum 2013, Penyegaran Nara Sumber Pelatihan Guru untuk Implementasi Kurikulum 2013Jakarta, 26-28 Juni 2013

Peraturan Mendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah serta Surat Edaran No. 156928/ MPK.A/KR/2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013

Keberhasilan Kurikulum 2013,

http://www.solopos.com/2013/11/20/kurikulum-2013-guru-kesulitan-melaksanakan-466994

diknas



 

Jumat, 01 November 2013

RESTRA

Penyelesaian Mid Test S-3 Mata Kuliah PERENCANAAN STRATEGIK Dosen : Prof .Dr. Efendi Napitupulu, M.Pd OLEH: Nur Aisyah ; NIM : 8136114018 PASCA SARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN - S3 UNIMED 2013 Mid Test Subject :Strategic Planning TAKE HOME EXAM Lecture : Prof. Dr. Efendi Napitupulu, M.Pd (napitupuluefendi@gmail.com) Date : 2013 Okt. 19 Completion: 1. The Meaning of : a. Need assessment is a systematic method for identifying goals to targets for programmatic change 'Needs assessment may include observations, tests interviews, questionnaires, and other sources of input is an important first step and fundamental in developing or revising a course through identification of needs (identification of needs) a rigorous and systematic and can provide direction for the development of education and training programs to produce a program representative and relevant to the needs of the community, so it needs to be programmed that must be considered by program planners ("a process for identifying programmatic needs that must be addressed by curriculum planners). b. Cohort analysis is a multiple cross-sectional design in which the population is the cohort whose members undergo all the same events in the same time period (eg births). Samples are usually taken at regular time intervals. c. Task analysis is the process of analyzing and describing how humans perform the task may account for the job, to explain what is being done and the equipment used, and the things you need to know in an analysis, and checking for user tasks know well what is needed from the user interface and how they are responsible for its use. d . Self-evaluation is the assessment carried out to evaluate their own performance , strengths , and weaknesses alone , or process in which organizations - organizations evaluating or assessing employee performance and can improve decision - making personnel department and provide feedback to employees about their operations . e . Balanced score card management system is a mechanism that is able to translate the organization's vision and strategy into real action on the ground and an approach to management strategy is developed that consists of a balanced and scorecard . Or a multi - dimensional framework that links strategy , goals, objectives , and measurements are balanced against the whole perspective or areas deemed important to the organization ( cost , customer service , efficient internal work processes , organizational development for the future ) . And which connects all levels of the organization to each other by using the link " targets and measurements " her with the facilitation of communication about strategy and priorities to all levels of the organization and encourage all parts of the organization to work toward a broader mission objectives as well as to monitor the Service Level Agreement , both with internal parties would also external . Balanced (balanced) means that there is a balance between financial performance and non-financial, short-term performance and long-term performance, the performance of the internal and external performance. While the scorecard (score card) card is used to record a person's performance score is used to plan the score to be realized by a person in the future. f. SWOT Analysis is a pretty decent tool to understand and make decisions for the entire organization and the situation is a good guideline for reviewing strategy, position and direction of an organization, and can use business planning, strategic planning, competitor evaluation, marketing, and product development seed, in addition to help in reporting research results and serves to group strategic issues in the four components of a SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Challenges / Threat) SWOT Analysis Chart g. Environmental analysis that is used in sorting analysis of global issues facing the company in the form, function and relationship between parts implemented in two stages, namely: (1) analysis of the internal environment, which includes strengths and weaknesses and faced by the region and (2) analysis external environment with two main components include opportunities and challenges / threats. h. Economic Value Added is an estimate of the economic benefits of an enterprise to achieve the value created over the desired rate of return investors the company (being shareholders and debt holders) and see the profits earned by the company reduced the cost of capital financing company. i. Milestone is a significant point that a regulator to indicate the distance in miles from a given point and is an important event to make benchmarks in one's career, the history of the nation, or the advancement of knowledge in the field, a turning point. 2. The main elements of the strategic planning system is 1. Vision, Mission 2. Objectives 3. Strategies 4. Policies The set of managerial decisions and actions that Determines the long-run performance of a corporation. It includes: 1. Environmental scanning (internal & external) 2. Strategy formulation 3. Strategy implementation 4. Evaluation and control How to implement organizational elements mentioned is to: 1. Clearer sense of strategic vision 2. Sharper focus on what is important Strategically 3. Improved understanding of Rapidly changing environment 3 . Developing a model that shows relationships element in the strategic choice of the strategic planning process is to • Analysis ; Attempts to analyze the implications of the terms of the strategic planning process for the formation of the early models of software systems . • Design; This stage involves a detailed definition of output , input and Strategic planning, procedures , including data structures and databases , software structure , etc. • Coding : at this stage , the design is translated into the code in the coding required strategic planning of quality assurance activities such as inspections , unit tests and integration tests . • System test : Test the system after the coding phase is completed . The main purpose of the testing is to find software errors which proceed ked -style strategic planning . The meaning of this model is ‪ 1 . Is assumed to possess pressures and constraints that Determine the strategies ‪ that would result in above-average returns ‪ 2 . Most firms competing within a particular industry or within a certain segment ‪ of it are assumed to control Similar Strategically relevant resources and to ‪ Similar pursue strategies in light of those resources ‪ 3 . Resources used to implement strategies are highly mobile across firms ‪ Organizational decision makers are assumed to be rational and committed to ‪ acting in the firm 's best interests , as shown by their profit - maximizing ‪ behaviors 4. The definition of a program are: According Binanto (2009:1) said programs and programming can be interpreted as follows: 1. Describe the individual instructions that are usually called the source code created by the programmer. 2. Describe an entire section of the executable software. 3. Program is a set or collection of written instructions made by the programmer or a part of a software executable. 4. Programming means making the computer program. Programming is a set sequence of commands to the computer to do something. These commands require a separate language that can be understood by the computer Another definition According Yulikuspartono (2009:29) argues that, "the program is a series of instructions or statements in a language understood by the computer in question", According Sugiyono (2005:21) is "a set of instructions in a computer language arranged in a logical and systematic". Performance evaluation is a measurement of the level of success in performing the tasks and the ability to achieve the stated goals and the achievements of a person in carrying out their duties or work in accordance with the standards and criteria established for the job. Measuring Performance in the approach is to: a. Comparative approach, an approach that requires assessors to compare the performance of individuals with other individuals. Comparative approach that includes, among others: i. Ranking ii. Forced distribution (distribution imposed) iii. Paired comparison (benchmarking pairs. b. Attribute approach, an approach that focuses on the extent to which an individual has a particular attribute (characteristic or trait) is believed to be necessary for the success of the company. The technique used in this approach tend to establish a set of properties (such as initiative, leadership and ability to compete / competitiveness) and assess individuals on these properties. c. Behavioral approach, an approach that seeks to define the behavior of employees in the work to be effective, the technique depends on the behavioral approach include: 1. Critical Incident (critical incidents) 2. Behavioral Anchored Rating Scale (based on behavioral rating scale) 3. Behavioral Observation Scales (associated with behavioral observation scale) 4. Management By Objectives (Management by Objectives / MBO), this approach is commonly used to take more professional and managerial employees. Achievement of those objectives is one of the individual performance measures. There are three criteria in assessing individual performance, namely: (a) the individual tasks; (b) an individual's behavior, and (c) the individual characteristics Useful to consider the concept of the program in developing a strategy for an organization because the concept of the program is policy strategy formulation, strategy implementation and evaluation strategy, which is used as a tool for consideration of each program. 5. Program / project evaluation process is ideal to serve as a factor for integration as a strategic choice of organizational structure. Because the program is a plan that has a specific period Strategic program criteria of the program and the potential for the project to be "effective" with: a. Establish long-term goals to achieve competitive advantage. b. Which makes the adaptive response to conditions that will come. c. Conducting ongoing ever-increasing. d. Customer oriented e. Is a motivating force for the organizers and the community f. Always starts from the opportunities and threats, strengths and weaknesses g. Always go from what could happen and not what happens h. Making the concept and art blend in formulating, implementing and evaluating in order to achieve organizational goals. Thank you for attention

Entri Populer

My Beibeh at Pandawa Beach Bali

My Beibeh  at Pandawa Beach Bali

Nara Sumber At Deli TV

Nara Sumber At Deli TV

my own

my own
Universal Studio Bandung

Graduation ICM 2011

Graduation ICM 2011

my sweety

my sweety

A gift

A gift
graduation 2011

My Self

My Self
Kata sambutan acara Wisuda ICM